loading…

Imam Mohammad Jawad Chirri. Foto/Ilustrasi: Historic Images

Imam Muhammad Jawad Chirri menjelaskan bahwa Allah dapat memberi ilmu kepada manusia dengan berbagai cara yang Dia inginkan. Salah satu cara ini adalah mengirim seorang Nabi yang dapat menjawab dengan jelas setiap pertanyaan-pertanyaan sebagai perantara antara Tuhan dan manusia.

Dalam buku berjudul “Dialog tentang Islam dan Kristen” (Alma’arif, 1981), Imam Chirri menjelaskan tugas Nabi dan Pesuruh itu adalah:

1. Mengajar manusia akan makna yang sebenarnya dari alam semesta.

Alam semesta adalah benar-benar tak terbatas dan penuh dengan keajaiban-keajaiban, dan bila dipikirkan benar-benar, hal itu dapat menunjukkan kekuatan dan kebenaran adanya Pencipta.

Perhatian manusia dapat ditarik pada tanda-tanda alam itu melalui ajaran-ajaran Nabi dan perintah-perintahNya.

2. Untuk menetapkan moral dan patokan-patokan etika dan tata cara sehingga manusia dapat menyesuaikan diri dan menghindari hal-hal yang bertentangan dengan etika.

3. Untuk membuat kita menyembah Tuhan dan mengajarkan pada kita bagaimana melakukan pemujian-pemujian yang semestinya.

4. Untuk memberitahu kita tentang tatacara yang diperlukan untuk mengendalikan nafsu dan untuk mendorong cita-cita kita mencapai kemurnian.

5. Untuk memberitahukan pada kita bahwa ada kehidupan setelah mati.

Uraian ini disampaikan Imam Chirri dalam dialognya dengan Prof Dr Wilson H. Guertin. Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).

Selanjutnya, Prof Wilson bertanya: Ajaran-ajaran yang sangat bagus ini belum memenuhi seluruh maksud dalam memperdebatkan masalah-masalah etika dan moral

Perselisihan masih terdapat pada cara menyembah Pencipta, dan tentang adanya Dia, dan ada atau tidaknya kehidupan setelah mati.

Dalam hal ini, Imam Chirri menjawab: Maksud-maksud ini telah terpenuhi dengan sangat memuaskan, sejak sebagian besar ummat manusia setuju pada masalah-masalah moral dan percaya adanya Pencipta dan adanya Hari Kemudian.

Dengan kepercayaan ini manusia dapat membatasi nafsu dan dapat memperbaiki moral dunia.

Bila Tuhan menciptakan dunia lain atau menetapkan untuk menciptakan lain, Dia akan menjelaskan hal itu pada manusia, sehingga dengan demikian kita dapat menjadi sadar akan hal itu. Bila Pencipta tidak mengirimkan pesuruhNya untuk menyampaikan pada manusia penjelasan ini, kita akan diampuni bila kita mengabaikan hal itu, dan kita tidak akan mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih sempurna.

Lain dari pada itu, bila Dia menciptakan dunia lain dan tidak diperkenalkan pada kita, ciptaan itu akan samasekali tak berguna.

(mhy)



Sumber Artikel KLIK DISINI