loading…

Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist

Muhammad Quraish Shihab mengatakan Allah menciptakan dan mengelola alam raya ini dengan keadilan, dan menuntut agar keadilan mencakup semua aspek kehidupan. Akidah, syariat atau hukum, akhlak, bahkan cinta dan benci.

Allah SWT berfirman:

Dan Kamu pasti tidak akan dapat berlaku adil di antara wanita-wanita (istri-istrimu dalam hal cinta), walaupun kamu berusaha keras ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), dan membiarkan yang lain terkatung-katung ( QS Al-Nisa’ [4] : 129).

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kerabatmu. Jika ia (yang tergugat atau terdakwa) kaya atau miskin, maka Allah lebih utama dari keduanya… ( QS Al-Nisa’ [14] : 135)

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kelompok menjadikan kamu tidak berlaku adil ( QS Al-Maidah [5] : 8)

Dalam bukunya berjudul “Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat” (Mizan, 2007) Quraish Shihab mengatakan kebencian tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk mengorbankan keadilan, walaupun kebencian itu tertuju kepada kaum non-Muslim, atau didorong oleh upaya memperoleh ridhaNya. Itu sebabnya Rasul SAW mewanti-wanti agar:

Berhati-hatilah terhadap doa (orang) yang teraninya, walaupun dia kafir, karena tidak ada pemisah antara doanya dengan Tuhan.

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan “tuqsithu” (berlaku adil) terhadap orang-orang (kafir) yang tidak menerangimu karena agama, dan tidak mengusirmu dari negerimu atau membantu orang lain untuk mengusir kamu... ( QS Al-Mumtahanah [60] : 8).

(mhy)



Sumber Artikel KLIK DISINI