[ad_1]

loading…

Kenikmatan surga tidak dapat dilukiskan ataupun digambarkan dengan kata-kata. Beruntunglah orang-orang beriman yang diberi rahmat oleh Allah. Foto ilustrasi/dok amrkhaled

Suatu hari sahabat bertanya tentang keadaan penghuni (ahli) surga kepada baginda Rasulullah SAW. Apakah nanti di surga kita bisa tidur karena tidur merupakan salah satu nikmat Allah.

Allah dan Rasul-Nya memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman bahwa balasan dari ketaatan akan dimasukkan ke dalam surga dengan segala kenikmatannya. Untuk menegaskan jawaban Rasulullah SAW kepada sahabat, Allah menurunkan Surat Fatir Ayat 35:

اۨلَّذِىۡۤ اَحَلَّنَا دَارَ الۡمُقَامَةِ مِنۡ فَضۡلِهٖ‌ۚ لَا يَمَسُّنَا فِيۡهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيۡهَا لُـغُوۡبٌ

Artinya: “Yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.” (QS Fatir Ayat 35)

Asbabun Nuzul Surat Fatir Ayat 35
Dalam satu Hadis yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dijelaskan Asbabun Nuzul (sebab turunnya) Surat Fatir Ayat 35. Berikut kisahnya:

Dari Abdullah bin Abi Aufa menceritakan, seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya tidur merupakan nikmat Allah di dunia ini, apakah nanti di surga kita bisa tidur? Rasulullah SAW menjawab: “Tidak, karena tidur kawannya maut, sedang di surga tidak ada maut.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana istirahat ahli (penghuni) surga?” Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada capek di surga, semuanya serba senang dan enak.” Ayat ini turun sebagai penegasan atas ucapan Rasulullah SAW tadi. (HR Al-Baihaqi)

Keadaan penghuni surga yang tidak merasakan capek juga dijelaskan dalam ayat lain sebagaiman firman-Nya: “Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.” (QS Al-Hijr Ayat 48)

Keadaan penghuni surga digambarkan sebagai berikut: “Mereka berada dalam keadaan terhormat, bersih dari berbagai penyakit hati seperti rasa dengki, iri hati, marah, kecewa. Tidak pernah merasa lelah, sakit, dan lapar, selalu dalam keadaan senang dan gembira, saling bersilaturrahim, dan bersahabat dengan penduduk surga yang lain. Mereka kekal di surga sehingga tidak perlu merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak disenangi.”

Rasulullah SAW bersabda: “Tiada masuk surga seorang di antara kamu karena perbuatannya. Mereka (para sahabat) bertanya, “Apakah engkau juga tidak begitu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Aku juga tidak, melainkan karena Allah memberi rahmat dan karunia kepadaku.” (HR Muslim dari Jabir bin ‘Abdullah)

(rhs)

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI