[ad_1]

loading…

Sejak usia muda, Sayyidina Utsman bin Affan dan para sahabat Nabi sudah berdagang ke negeri Syam (sekarang Suriah, Palestina, Yordania dan Lebanon). Foto ilustrasi/dok Alawi Al-Bantani

Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu (24-36 Hijriyah atau 644-656 M) termasuk di antara 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Selain dijuluki Dzun Nur’aini “pemilik dua cahaya” (karena Rasulullah menikahkannya dengan dua putrinya), Utsman juga dikenal sebagai saudagar kaya yang sangat dermawan.

Khalifah ketiga Islam ini juga disegani Malaikat karena memiliki sifat pemalu. Dalam riwayat disebutkan, Sayyidina Utsman merupakan sahabat yang sering membantu kaum muslimin dan perjuangan Rasulullah. Jika dihitung, aset kekayaan Utsman bin Affan mencapai Rp22 Triliun.

Beliau sangat dermawan dan memiliki jasa besar untuk umat muslim. Utsman bin Affan pernah membeli sumur milik seorang Yahudi dengan harga 20.000 Dirham. Sampai hari ini sumur wakaf Utsman ini masih mengeluarkan air.

Selain itu, pada Perang Tabuk melawan pasukan Romawi, Sayyidina Utsman juga menyediakan 300 ekor unta dan 1000 Dinar sebagai bekal perang. Keistimewaan lainnya, beliau berjasa dalam membukukan mushaf Al-Qur’an yang kita baca hingga hari ini.

Dalam satu kajian Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menceritakan, Sayyidina Utsman ketika wafat, aset kekayaannya mencapai Rp22 Triliun dan sedekah-sedekahnya telah mencapai kurang lebih sepertiga dari total hartanya.

“Karena begitu berkahnya, sampai hari ini aset kekayaan Ustman masih ada berupa kebun kurma dan hotel megah di Madinah,” kata Dai lulusan Al-Azhar Mesir itu.

Bagi yang ingin sukses berbisnis dan berkah, dapat mempelajari sekaligus mempraktikkan kiat-kiat bisnis para sahabat Nabi yang tajir melintir, seperti Utsman bin Affan.

Dalam sebuah riwayat Utsman pernah ditanya tentang kiat sukses bisnisnya, beliau menjawab:

قال: ” كنت أعالج، وأنمي، ولا أزدري ربحا، ولا أشتري شيخا، وأجعل الرأس رأسين”

Artinya: “Aku terjun langsung mengurus bisnis, aku yang mengembangkannya, aku tidak meremehkan sekecil apapun keuntungan, aku tidak membeli produk lama, dan aku menjadikan modal menjadi dua modal.”

5 Kiat Sukses Bisnis Utsman bin Affan

Ada lima kiat sukses bisnis dagang ala Utsman bin Affan, yang seandainya kelimanya bisa kita ilmui dengan benar, insya Allah bisnis kita melimpah hasil dan juga berkah.

Menurut Ustaz Ahmad Syahrin, tentu butuh ngaji lama untuk menjabarkan 5 point di atas. Karena kiat-kiat bisnis Utsman tersebut telah diakui para pakar sebagai salah satu jurus bisnis dan kiat dagang terbaik. Berikut Kiatnya:

1. Menangani Bisnisnya Sendiri
Sayyidina Ustman mengajari kita agar dalam berbisnis hendaknya seseorang mau berproses. Kumpulkan ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin. Dan itu hanya bisa dilakukan jika seseorang mau “babat alas” dan jungkir balik merasakan suka dukanya berbisnis.

Kalimat yang dipilih oleh Utsman juga unik. Beliau menggunakan kata “A’laj” yang terjemah aslinya aku merawat. Kata ini “Alaja” digunakan untuk sebuah aktivitas mengurus orang sakit yang mana butuh kesabaran, ketekunan dan kehati-hatian. Seakan Ustman memesankan kalau Anda tidak mau sabar, tekun dan hati-hati jangan berbisnis!

2. Aku yang Mengembangkannya
Di antara maksudnya adalah bisnis itu dijalankan dari sebagian keuntungan yang didapatkan. Jadi ketika dagang untung tidak dihabiskan semua untuk kebutuhan pribadi, tapi sebagiannya diputar kembali untuk membesarkan bisnisnya.

Kesalahan banyak orang dalam dunia bisnis terlalu terburu-buru ingin menikmati hasil usahanya. Dan ini adalah kesalahan fatal dalam penilaian kiat bisnis Ustman.

3. Tidak Meremehkan Keuntungan Sekecil Apapun
Bisnis ala Utsman benar-benar jurus jitu yang juga menjadi rahasia sukses para bisnisman besar hari ini. Model usaha yang baik tidak hanya mengejar untung besar yang kebanyakan sesaat.

Akan tetapi, menjaga kesinambungan laba meski kecil, karena keuntungan yang tidak banyak tapi bisa rutin, tentu akan membesar seiring jumlah yang terus bertambah dan pelanggan-pelanggan lain yang pindah hati ke kita yang harganya lebih murah.

4. Selalu Mencari Stok Baru
Di sini Utsman menekankan pentingnya pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas barang dagangan, upgrade sistem dan kepandaian membaca trend selera konsumen. Jangan sampai barang dagangan dianggap usang dan tidak memiliki daya saing.

5. Menjadikan Modal Menjadi Dua Modal
Artinya jika sudah mendapatkan keuntungan besar, beliau akan menggandakan usahanya. Semisal tadinya hanya jual HP, sekarang menjual produk penunjang atau turunannya semisal juga menjual aksesoris.

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI