loading…

Ustaz Mukhlis al Mughni. Foto istimewa

Ustaz Mukhlis Mukti Al Mughni
Yayasan Pustaka Afaf

Tadabur surat An Nur ayat 38 ini, menegaskan balasan Allah SWT untuk hamba-hambanya yang taat dan melakukan apa yang telah Allah Ta’ala perintahkan.

Allah Ta’ala berfirman;

لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas. (QS An Nur : 38)

Pesan dan Hikmah

1. Inilah yang menjadi motif mereka tidak lupa dengan zikir, salat, zakat, dan beriman kepada hari Akhir yaitu keyakinan akan adanya balasan yang besar dan lebih baik dari apa yang mereka lakukan.

2. Hanya orang bodoh yang menganggap bahwa zikir dan salat hanya membuang waktu dan menghilangkan kesempatan untung bisnis. Serta menganggap zakat hanya akan mengurangi harta dan keuntungan bisnisnya.

3. Orang beriman bisnisnya dengan Allah demi menjaga keuntungan duniawi dan ukhrawi. Sementara orang yang lalai bisnisnya dengan dunia dan untuk dunia, akhirnya keuntungannya di dunia terbatas dan di akhirat di rugi total.

4.

وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ

“Dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka”. Allah tidak memperlakukan kebaikan dan ketaatan hamba-Nya dengan perlakuan adil seukuran atau sesuai dengan apa yang kita kerjakan, namun lebih baik dan ditambahkan karunia-Nya.

5. “Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.”

Rezeki adalah segala sesuatu yang memberikan manfaat langsung kepada kita, baik fisik maupun batin, duniawi maupun ukhrawi. Rezeki bisa berupa kesehatan, ilmu, kesabaran, kedermawanan, keberanian, anak shalih, pasangan hidup yang shalih dan lain sebagainya. Selama Allah memberikan rezeki tanpa batas maka teladanilah sifat Allah, yaitu dengan cara mensyukuri dan berbagi sesuai dengan rezeki yang diberikan Allah. Jika rezeki ilmu, maka ajarkalah yang tidak tahu, jika rezeki harta maka berbagilah pada kaum dhuafa, rezeki jabatan maka bantulah rakyat dengan kebijakannya dan lain sebagainya.

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI