[ad_1]

loading…

Gunung Ararat juga termasuk dalam salah satu gunung yang memiliki puncak paling luas di dunia. Ilustrasi: Ist

Pada abad yang lalu, puluhan orang mengaku telah menemukan lokasi bahtera Nuh . Sebagian besar pencarian modern berfokus pada Gunung Ararat di Turki Timur.

Pada tahun 1949, foto sisi barat laut Gunung Ararat diambil oleh badan intelijen Amerika Serikat . Sebuah bangunan besar terlihat menonjol keluar dari es dan salju. Namun, objek dalam gambar mungkin tidak lebih dari formasi batuan alam.

George Hagopian, sebagaimana dikutip laman Ark Encounter, mengaku bahwa ketika ia masih kecil pada tahun 1908, pamannya membawanya mendaki Gunung Ararat ke kawasan Ngarai Ahora. Hagopian mengatakan mereka menemukan sebuah kapal besar dan dia berjalan di atas atapnya.

Setidaknya selusin ekspedisi telah menjelajahi Ngarai Ahora sejak saat itu, namun hingga saat ini, tidak satu pun dari para petualang tersebut yang menemukan sisa-sisa bahtera Nuh.

Lokasi lain yang diusulkan adalah formasi Durupinar. Formasi “berbentuk bahtera” ini terletak sekitar 15 mil dari puncak Gunung Ararat.

Hal ini dipopulerkan oleh Ron Wyatt, yang mengaku telah menemukan banyak artefak di sekitar untuk menguatkan klaimnya. Sering digembar-gemborkan sebagai sisa-sisa bahtera Nuh, situs Durupinar tampaknya hanyalah salah satu dari banyak formasi geologi serupa di wilayah Turki ini.

Apakah kita akhirnya menemukan sisa-sisa bahtera Nuh? Dalam video ini, Dr Tim Chaffey menjawab pertanyaan ini dengan melihat apa yang disebut sebagai penemuan bahtera dan memeriksa apakah terdapat cukup bukti bahwa penemuan tersebut nyata dan apakah penemuan tersebut sejalan dengan Alkitab.

Lepas dari itu, New York Post melaporkan para arkeolog di Turki telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai reruntuhan kapal mirip Bahtera Nuh setelah menggali situs geologi. Tim Peneliti Gunung Ararat dan Bahtera Nuh terdiri dari tiga universitas Turki dan Amerika, dan proyek mereka dimulai pada tahun 2021.

Tim tersebut mengekstraksi sampel batuan dan tanah tua dari formasi geologi di Turki, yang mereka yakini berisi reruntuhan kapal tersebut. Temuan mereka juga menentukan bahwa ”bahan tanah liat, bahan laut, dan makanan laut” terdapat di wilayah tersebut antara tahun 5500 dan 3000 SM, menurut surat kabar Turki Hürriyet.

Formasi Durupinar terletak di distrik Doğubayazıt di Ağrı, terletak kurang dari dua mil dari perbatasan Iran-Turki. Ini adalah fitur geografis setinggi 538 kaki yang terbuat dari limonit, diyakini oleh beberapa penduduk setempat sebagai sisa-sisa Bahtera Nuh.

Menurut legenda, Nuh memuat sepasang hewan ke dalam bahtera sepanjang 150 meter untuk menyelamatkan mereka dari banjir apokaliptik yang menenggelamkan Bumi. Dalam Kitab Kejadian, di pegunungan Ararat yang sekarang merupakan wilayah Turki bagian timur, tempat terdamparnya Bahtera Nuh setelah air bah.

Gunung ini berdiri di ketinggian 16.500 kaki dan diukir seperti sebuah bahtera.

Wakil Rektor AICU Profesor Faruk Kaya mengatakan, ”Menurut temuan pertama yang diperoleh dari penelitian, telah ada aktivitas manusia di wilayah tersebut sejak periode Kalkolitik antara tahun 5500 dan 3000 SM. Diketahui, air bah Nabi Nuh terjadi pada 5.000 tahun yang lalu. Dari segi penanggalan disebutkan bahwa di wilayah ini juga terdapat kehidupan.

Hal itu terungkap dalam hasil laboratorium. “Tidak mungkin untuk mengatakan bahwa kapal itu ada di sini dengan tanggalnya. Kami perlu bekerja dalam waktu lama untuk mengungkap hal ini,” tuturnya.

Meski puluhan peneliti dan individu mengklaim telah menemukan lokasi bahtera tersebut, namun belum ada yang mampu memberikan bukti pasti. Teks suci tiga agama, Kristen, Yudaisme, dan Islam, semuanya merujuk pada Bahtera Nuh.

Gunung Ararat

Sebelum ini juga sempat ramai dikabarkan bahwa bangkai kapal bersejarah Nabi Nuh as telah ditemukan. Bangkai kapal bersejarah tersebut ditemukan di atas puncak gunung Ararat, Turki.

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI