[ad_1]

Harakah.idWanita karir sejatinya adalah manusia yang sedang berjihad di jalan Allah. Mereka akan mendapatkan pahala di sisi Allah karena pekerjaan yang dijalaninya.

Hadis-hadis Nabi SAW tidak hanya memberi apreasiasi kepada Muslimah bekerja. Tetapi juga menjelaskan keutamaan Muslimah bekerja. Di antara keutamaan itu adalah Wanita Karir Akan Mendapatkan ‘Afiyah atau keselamatan dari keburukan dalam hidup, karirnya menjadi jihad fi sabilillah dan karirnya menjadi jalan menuju surga. Berikut ini adalah Hadis-Hadis tentang Keutamaan Wanita Karir.

Wanita Karir Akan Mendapatkan ‘Afiyah

Rasulullah SAW bersabda,

العافية عشرة أجزاء، تسعة في طلب المعيشة، وجزء في سائر الأشياء‏.‏ ‏(‏فر عن أنس‏)

Afiyah itu terdiri dari 10 bagian. Sembilan bagian terdapat dalam bekerja mencari penghidupan, satu bagian terdapat dalam segala sesuatu (HR. Al-Dailami dalam Musnad al-Firdaus, dari Anas bin Malik).

Para ulama pakar takhrij menyebut bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Dailami dalam Musnad al-Firdaus. Selain redaksi yang disebut di atas, terdapat dua redaksi lain yang mirip. Satu riwayat menyebut redaksi berikut:

العافية عشرة أجزاء؛ تسعة في الصمت، والعاشرة في العزلة

Afiyah terdapat sepuluh bagian. Sembilan bagian ada dalam diam. Yang kesepuluh berada dalam uzlah (HR. Al-Dailami).

Satu riwayat lagi menyatakan,

تسعة منها في الغنى والعاشرة كسب اليد من الحلال

Sembilan di antaranya berada dalam kekayaan, yang kesepuluh ada dalam bekerja mencari yang halal (HR. Al-Dailami).

Imam al-Iraqi mengomentari redaksi riwayat hadis kedua di atas dengan menyebutnya sebagai hadis munkar. Sedangkan al-Subki menyebut la ajid lahu isnadan (saya tidak menemukan isnadnya). Al-Zabidi tidak menegaskan kualitasnya, tetapi menyebut redaksi lain yang mirip. Agaknya, beliau ingin mengatakan bahwa hadis itu ada penguatnya. Al-Suyuthi tidak mengomentari hadis ini ketika menyajikannya dalam al-Jami’ al-Shaghir. Tetapi, al-Suyuthi memberikan kode huruf dhad untuk riwayat pertama. Kode huruf dhad menunjukkan kualitasnya daif. Demikian al-Shan’ani menjelaskan dalam kitab al-Tanwir Syarah al-Jami’ al-Shaghir (7/364). Penilaian daif juga diberikan oleh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ al-Shaghir.

Dalam kitab yang sama, al-Shan’ani menjelaskan maksud ‘afiyah adalah al-salamah min syurur al-adyan wa al-abdan (Selamat dari keburukan hutang dan badan). Secara umum, hadis-hadis di atas menjelaskan keutamaan berkumpul dengan orang lain, bekerja bersama orang lain dan keutamaan hidup sejahtera. Selain bahwa kita harus pintar-pintar menyikapi kondisi agar tidak terbawa arus sehingga menjerumuskan kita ke dalam perbuatan dosa.

Hadis-hadis ini tidak menyebut secara spesifik, orang yang dianjurkan bekerja adalah laki-laki atau perempuan. Tetapi, dapat segera dipahami bahwa baik laki-laki maupun perempuan dapat memperoleh keutamaan bekerja. Sampai di sini, wanita karir akan mendapatkan afiyah atau keselataman dari keburukan diri dan hutang-piutang ketika dia menjalani kehidupan di dunia kerja. Ini adalah salah satu dari Hadis-Hadis tentang Keutamaan Wanita Karir.

Wanita Karir Adalah Manusia yang Sedang Berjihad di Jalan Allah

Wanita karir sejatinya adalah manusia yang sedang berjihad di jalan Allah. Mereka akan mendapatkan pahala di sisi Allah karena pekerjaan yang dijalaninya. Rasulullah SAW bersabda,

إن كان خرج يسعى على ولده صغار فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى على أبوين شيخين كبيرين فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى على نفسه يعفها فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى رياء ومفاخرة فهو في سبيل الشيطان‏. ‏(‏طب عن كعب بن عجرة‏)‏‏.‏

Jika ia keluar bekerja untuk mencukupi kebutuhan anaknya yang masih kecil, maka dia berada di jalan Allah. Jika ia keluar bekerja untuk mencukupi kebutuhan kedua orang tuanya yang telah renta, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk mencukupi kebutuhannya sendiri, yang dapat menjaganya dari meminta-minta, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk memamerkan dan kesombongan, maka ia berada di jalan setan (HR. al-Thabarani, dari Ka’b bin Ajarah).

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan al-Mu’jam al-Kabir. Menurut al-Haitsami dan al-Mundziri, hadis ini berkualitas shahih. Penilaian ini diberikan pula oleh al-Albani.

Baca juga: Ratu Ageng Tegalrejo, Ulama Perempuan dan Perlawanan Terhadap Kolonial

Menurut al-Shan’ani dalam kitab Al-Tanwir Syarah al-Jami’ al-Shaghir, hadis di atas menjelaskan bahwa orang yang bekerja akan mendapatkan pahala di sisi Allah seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah. Konteks hadis di atas, ada seseorang yang bekerja dengan giat. Lalu, para sahabat bertanya apakah bekerja dengan semangat juga bentuk ketaatan kepada Allah? Rasulullah SAW menjawab bahwa bekerja dengan baik merupakan bentuk jihad fi sabilillah. Seperti disinggung di atas, bahwa hadis ini juga berlaku bagi Muslimah yang bekerja. Artinya, ketika ada seorang perempuan bekerja, sejatinya dia sedang berjihad di jalan Allah. 

Wanita Karir Jalan Menuju Surga

Rasulullah SAW bersabda,

من أكل طيبا وعمل في سُنَّةٍ وأمن الناس بوائقه دخل الجنة‏.‏ ‏(‏ت ك عن أبي سعيد‏)‏‏

Barang siapa yang makan makanan halal, bekerja sesuai ajaran agama, dan masyarakat terjaga dari keburukannya, maka dia berhak masuk surga. (HR. Al-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi dalam Sunan-nya, serta al-Hakim dalam al-Mustadrak. Imam al-Suyuthi ketika menyajikan hadis ini menampilkan simbil shad-ha’, yang berarti shahih. Imam al-Hakim menilai hadis ini shahih sesuai kriteria Imam al-Bukhari dan Muslim. Penilaian al-Hakim ini didukung oleh Imam al-Dzahabi. Berbeda dengan Imam al-Tirmidzi yang memberi nilai gharib yang berkonotasi daif. Imam Ahmad, sebagaimana dikutip oleh Ibn al-Jauzi menyebut hadis ini munkar. Artinya, menurut yang terakhir, hadis ini berkualitas daif. Penilaian senada diberikan oleh al-Albani.  

Secara makna, hadis di atas tidak ada masalah. Karena keselarasannya dengan dasar-dasar ajaran agama. Mengkonsumsi makanan halal, bekerja sesuai ajaran agama, dan tidak menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang baik dalam pandangan agama Islam. Dan memang diperintahkan seperti itu. Disebutkannya balasan surga bagi orang yang berperilaku demikian menunjukkan bahwa perbuatan itu tergolong perbuatan terpuji dalam pandangan agama Islam. 

Demikian hadis-hadis tentang keutamaan wanita karir atau Muslimah bekerja. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua.

*Artikel ini merupakan hasil kerja sama Harakah.ID dengan Rumah KitaB dalam program Investing in Women untuk mendukung Muslimah bekerja.

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI