loading…

Dalam Islam menjadi makcomblang atau perantara pencari jodoh hingga orang yang dijodohkan itu menikah, ternyata memiliki keutamaan dan berpahala. Foto ilustrasi/ist

Dalam Islam menjadi ‘makcomblang’ atau perantara pencari jodoh hingga orang yang dijodohkan itu menikah, ternyata memiliki keutamaan dan berpahala.

Perintah untuk menikahkan kaum muslim yang masih membujang ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS Anu-Nur ayat 32)

Berikut pahala dan ganjaran bagi orang yang menjodohkan laki-laki muslim dengan wanita muslimah hingga menikah.

ﻭَﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﻦْ ﻣَﺸَﻰ ﻓِﻲْ ﺗَﺰْﻭِﻳْﺞِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺣَﻼَﻻً ﻳَﺠْﻤَﻊُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﺭَﺯَﻗَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻟْﻒَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ، ﻛُﻞُّ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻓِﻲْ ﻗَﺼْﺮٍ ﻣِﻦْ ﺩُﺭٍّ ﻭَﻳَﺎﻗُﻮْﺕٍ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻄْﻮَﺓٍ ﺧَﻄَﺎﻫَﺎ ﺃَﻭْ ﻛَﻠِﻤَﺔٍ ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺑِﻬَﺎ ﻓِﻲْ ﺫَﻟِﻚَ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓُ ﺳَﻨَﺔٍ، ﻗِﻴَﺎﻡُ ﻟَﻴْﻠِﻬَﺎ ﻭَﺻِﻴَﺎﻡُ ﻧَﻬَﺎﺭِﻫَﺎ

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang berusaha mempertemukan seseorang (laki-laki pada wanita halal dan berhasil menjodohkan (menikahkan) keduanya, maka Allah akan memberi rezeki padanya seribu bidadari. Dan setiap bidadari berada di istana yang terbuat dari mutiara dan yaqut. Untuk setiap langkah kakinya dan kalimat yang diucapkannya (ketika hendak menikahkannya) ditulis baginya pahala ibadah setahun yang malamnya digunakan untuk qiyamul lail (salat malam) sedangkan siangnya digunakan untuk berpuasa.” (Kitab Al-hawi Lil Fatawi Juz II karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi)

Dalam riwayat lain diterangkan:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ أَبِي رُهْمٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَفْضَلِ الشَّفَاعَةِ أَنْ يُشَفَّعَ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ فِي النِّكَاحِ

Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Yazid dari Yazid bin Abu Habib dari Abul Khair dari Abu Ruhm ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik pertolongan adalah menjodohkan dua orang (seorang laki-laki dan perempuan) dalam pernikahan.” (HR Ibnu Majah)

Bagi Anda yang sedang mencari jodoh , ini pesan Rasulullah SAW : “Wanita dinikahi karena empat hal (yaitu); hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Peganglah perkara agamanya maka engkau akan beruntung.” (HR Ibnu Majah)

Itulah pahala dan ganjaran bagi yang menjodohkan orang lain hingga melangsungkan pernikahan. Semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI