loading…

Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist

Muhammad Quraish Shihab mengatakan Al-Quran menetapkan bahwa salah satu sendi kehidupan bermasyarakat adalah keadilan . Tidak lebih dan tidak kurang. Berbuat baik melebihi keadilan –seperti memaafkan yang bersalah atau memberi bantuan kepada yang malas– akan dapat menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.

Quraish Shihab dalam bukunya berjudul “ Wawasan Al-Quran , Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat” (Mizan, 2007) menjelaskan Al-Quran memang memerintahkan perbuatan adil dan kebajikan seperti bunyi firman-Nya, “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan” ( QS Al-Nahl (116 ): 90), karena ihsan (kebajikan) dinilai sebagai sesuatu yang melebihi keadilan.

“Namun dalam kehidupan bermasyarakat, keadilan lebih utama daripada kedermawanan atau ihsan,” ujar Quraish Shihab.

Ihsan adalah memperlakukan pihak lain lebih baik dari perlakuannya, atau memperlakukan yang bersalah dengan perlakuan yang baik. “Ihsan dan kedermawanan merupakan hal-hal yang baik pada tingkat antar individu, tetapi dapat berbahaya jika dilakukan pada tingkat masyarakat,” jelas Quraish.

Imam Ali ra bersabda, “Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, sedangkan ihsan (kedermawanan) menempatkannya bukan pada tempatnya.” Jika hal ini menjadi sendi kehidupan bermasyarakat, maka masyarakat tidak akan menjadi seimbang.

Itulah sebabnya, mengapa Nabi SAW menolak memberikan maaf kepada seorang pencuri setelah diajukan ke pengadilan, walau pemilik harta telah memaafkannya.

Shafwan bin Umayyah dicuri pakaiannya oleh seseorang. Dia menangkap pencurinya dan membawanya kepada Nabi SAW. Beliau memerintahkan memotong tangan pencuri, tetapi Shafwan memaafkan, maka Nabi SAW bersabda:

“Seharusnya ini (pemanfaan) sebelum engkau membawanya kepadaku” (Diriwayatkan oleh Ahmad At-Tirmidzi dan An-Nasa’i).

(mhy)



Sumber Artikel KLIK DISINI