[ad_1]

loading…

Di antara kebesaran Allah, Dia menciptakan langit dan bumi, menjadikan gelap dan terang untuk umat manusia. Foto/wallpapersafari

Tadabbur Surat Al-An’am Ayat 1 ini menerangkan kekuasaan Allah menciptakan langit dan bumi, menjadikan gelap dan terang sebagai renungan untuk manusia. Allah membuka Surat Al-An’am dengan kalimat Alhamdulillaah (segala pujian hanyalah bagi Allah), pencipta langit, bumi dan segala isinya.

Dalam ayat ini, Allah menerangkan penciptaan gelap dan terang yang dapat disaksikan oleh umat manusia. Pada keduanya terdapat pelajaran berharga. Tetapi, orang-orang kafir masih saja ingkar kepada Allah dan lebih suka memilih jalan bathil, yaitu jalan kegelapan. Berikut firman Allah:

اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوۡرَ ؕ ثُمَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُوۡنَ

Alhamdulillaahil ladzii khalaqas samaawaati wal arhda wa ja’alazh zhulumaati wannuur; Tsummal ladziina kafaruu bi Rabbihim ya’diluun.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.” (QS. Al-An’am Ayat 1)

Dalam Tafsir ringkas Kemenag dijelaskan, penciptaan gelap dan terang yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah penciptaan berbagai kegelapan dan cahaya terang yang nampak oleh indra mata. Keduanya bermanfaat bagi hamba-hamba Allah.

Di antara ulama Salaf ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan dhulmah (gelap) dalam ayat ini ialah kekufuran, dan yang dimaksud dengan Nur (terang) ialah iman; maka mereka menguraikan maksud ayat-ayat ini sebagai berikut: “Allah menciptakan langit dan bumi lalu Dia menunjukkan bukti-bukti untuk mengenal-Nya dan mengesakan-Nya. Allah memperingatkan jalan kesesatan dan menunjukkan jalan lurus dengan menurunkan syariat-syariat dan kitab-kitab-Nya, walaupun demikian orang-orang kafir itu berbuat jauh dari pikiran yang sehat, dan mereka selalu memilih jalan kesesatan.”

Langit, bumi dan segala isinya, termasuk manusia ini tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan diciptakan Allah dengan aturan dan ketentuan sempurna. Sehingga tidak ada satu makhluk pun yang dapat menyimpang dari aturan dan ketentuan Allah. Jika makhluk itu terjadi dengan sendirinya atau atas kemauan dan keinginan mereka sendiri, keadaan pasti menjadi kacau.

Sebab, semua ingin menjadi yang terbaik atau lebih baik dari yang lain, dan tidak ada yang ingin menjadi jelek, yang lemah atau dikalahkan oleh yang lain. Tetapi, ternyata semua itu terjadi karena semua makhluk itu tunduk pada aturan dan ketentuan Allah yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang.

Dalam ayat ini diterangkan, bahwa orang-orang yang ingkar, kafir dan tidak memiliki iman yang kuat. Mereka lebih memilih dzulumat yang menyimpang dari fitrah dan nurani manusia sendiri.

Wallahu A’lam

(rhs)

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI