[ad_1]

loading…

Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad menyatakan antusiasme beragama di Indonesia saat ini luar biasa tinggi. Foto: MPI/Dok

JAKARTA – Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad menyatakan antusiasme beragama di Indonesia saat ini luar biasa tinggi. Hal itu tercermin dari jumlah 208.819 calon jemaah haji (calhaj) yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M.

Seperti diketahui, pelunasan biaya Bipih 1444 H/2023 M telah ditutup pada Jumat (19/5/2023). Pada penutupan tersebut, sebanyak 208.819 calhaj sudah melakukan pelunasan yang sekaligus kuota dasar juga sudah terpenuhi.

“Kegairahan beragama luar biasa tinggi di era saat ini. Ditunjukkan dengan sedemikian kuat dan taatnya para calhaj untuk menyelesaikan pelunasan akhir dari biaya haji yang harus diselesaikan,” ujar Khaliq, Sabtu (20/5/2023).

Abdul Khaliq Ahmad, yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat), menambahkan, pelunasan tersebut juga menunjukkan kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19.

Menurutnya, meski Bipih mengalami kenaikan sekitar Rp10 juta, para calhaj tampaknya tidak menemukan kesulitan yang berarti guna melunasi hal tersebut.

“Saya kira satu kegembiraan buat kita semua. Jadi satu sisi ini menunjukkan fenomena kesadaran beragama kita semakin tinggi dan pada sisi yang lain kebangkitan ekonomi kita juga mulai terasa,” kata politisi Partai Perindo, partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024.

Juru bicara nasional Partai Perindo, partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu, menilai, setelah calhaj melakukan kewajibannya, maka pemerintah sebagai operator pelaksanaan ibadah haji perlu meningkatkan pelayanan.

Pelayanan yang dimaksud, menurut Khaliq, bukan hanya tranportasi, akomodasi, konsumsi, dan pemondokannya selama pelaksanaan ibadah haji, perlu juga adanya keterbukaan informasi selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan begitu, diharapkan dapat menjadi acuan bagi keluarga calhaj jika ingin mendapatkan informasi seputar pelaksanaan ibadah haji.

“Jika terjadi sesuatu, maka layanan informasi ini harus clear, oleh karena itu harus ada semacam pusat informasi yang bisa diakses baik oleh publik maupun oleh keluarga dari calhaj itu,” ujarnya.

Terkait tambahan kuota haji 8 ribu untuk Pemerintah Indonesia, Khaliq menegaskan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin tanpa tersisa. Dengan memaksimalkan kuota yang ada, maka diharapkan akan mempersingkat waktu antre calhaj yang saat ini sudah belasan bahkan puluhan tahun untu menunaikan rukun islam kelima tersebut.

“Tambahan itu harus dioptimalkan dan sekali lagi ini diperuntukkan untuk para lansia sekaligus juga untuk calhaj yang dalam waiting list kita harus menunggu 30-40 tahun, saya kira itu prioritas dari tambahan kuota yang sekarang diterima oleh Pemerintah Indonesia,” pungkasnya.

(thm)

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI