loading…

Dalam perjalanan Isr Mikraj, sebelum tiba di Baitul Maqdis Palestina, Rasulullah SAW diperlihatkan beberapa peristiwa yang belum pernah Beliau lihat, salah satu dikejar Ifrit, salah satu bangsa jin. Foto ilustrasi/ist

Dalam perjalanan Isra Mikraj , sebelum tiba di Baitul Maqdis Palestina, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) diperlihatkan beberapa peristiwa yang belum pernah Beliau lihat.

Dalam Kitab Al-Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat karya Al-Imam Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasani dijelaskan bahwa ketika dalam perjalanan itu, tiba-tiba Rasulullah SAW melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar Beliau dengan semburan api.

Kemudian Malaikat Jibril berkata: “Tidakkah aku ajarkan kepada engkau beberapa kalimat, jika engkau membacanya maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa.” Kemudian Jibril mengajarkan doa tersebut kepada Rasulullah.

أَعُوذُ بِوَجْهِ اللهِ الكَرِيمِ وَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّات الَّتِي لاَ يُجَاوِزُ هُنَّ بَرٌّ و لا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاء وَ مِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَ مِنْ شَرِّ ما ذَرَأَ فِي الأَرْضِ وَ مِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَ مِنْ فِتَنِ الَّليْلِ وَ النَّهَارِ وَ مِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَن

Artinya: “Aku berlindung dengan kemuliaan Allah Yang Maha Dermawan dan dengan firman-firman Allah yang sempurna yang tidak bisa ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari keburukan yang turun dari langit, dan dari keburukan yang naik ke langit, dan dari keburukan makhluk yang ada di bumi, dan dari keburukan yang keluar dari bumi, dan dari fitnah siang dan malam, dan dari kejadian yang datang tiba-tiba di siang dan malam, kecuali sesuatu kejadian yang datang membawa kebaikan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih”.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Rasulullah bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan di panen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya. Melihat keanehan ini Beliau bertanya: “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab: “Mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali.”

Kemudian beberapa saat kemudian Rasulullah mencium bau wangi semerbak. Beliau bertanya: “Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”. “Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Fira’un dan anak-anaknya,” jawab Jibril.

Sekelompok Kaum Menyiksa Diri Sendiri

Kemudian di tengah perjalanan, Beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur. Setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya.

Malaikat Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban salat. Na’udzubillahi min dzalik.

Kemudian Rasulullah SAW juga bertemu sekelompok kaum di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk. Tetapi mereka lebih memilih untuk menyantap daging yang mentah lagi busuk.

Ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab: “Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina). Dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”.

Ketika Beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil Beliau dari arah kanan: “Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihatku.” Tapi Rasulullah tidak memperdulikannya.

Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi. Seandainya Beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. Begitu pula Beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya, yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya.

Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan Beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: “Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”. Tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya.

Jibril berkata: “Wahai Nabi, itu adalah dunia, seandainya engkau menjawab panggilannya, maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat”.

Demikianlah perjalanan ditempuh oleh Baginda Nabi ditemani Jibril dan Mikail. Begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya Beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsha) untuk menunaikan salat.

Wallahu A’lam

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI