loading…

Asal usul marga Assegaf atau As-Saqqaf (??????) termasuk salah satu marga tertua di kalangan Habaib keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Foto ilustrasi/youtube

Marga Assegaf keturunan dari siapakah? Benarkah berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW ? Bagaimana pula asal usulnya? Di Indonesia, marga Assegaf cukup populer. Bahkan boleh dibilang, marga yang sangat pupuler di antara ratusan marga habib atau habaib di dunia.

Mengutip keterangan dari Kitab Syamsu Dzahirah Fi Nasabi Ahlibait, Kitab Masrurrawi Fi Manaqib Bani Alawi dan Buku Menelusuri Silsilah Suci Bani Alawi, asal usul marga Assegaf atau As-Saqqaf (السقاف) termasuk salah satu marga tertua di kalangan Habaib keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Orang pertama yang digelari Assegaf ialah Waliyullah Abdurrahman bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam. Gelar as-Saqqaf (Assegaf) ini disandang beliau karena menjadi pengayom para wali di zamannya.

Untuk diketahui, marga keturunan Nabi Muhammad SAW baik di Yaman dan di berbagai negara semuanya bermuara kepada Imam Abdurrahman Assegaf. Beliau adalah Wali yang nasabnya bersambung kepada Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam (574-653 H), sesepuh para Habaib/Sayyid di Yaman dan Asia Tenggara.

Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam sendiri adalah anak cucu dari Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, keturunan Nabi yang hijrah pertama ke Hadhramaut Yaman. Beliau generasi ke-8 keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyidina Husain bin Ali, suami Sayyidah Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW.

Asal Usul Marga Assegaf

Mengutip keterangan dari Habib Ahmad Kazim Al-Kaff, Imam Abdurrahman Assegaf adalah putra dari Imam Muhammad Mauladdawilah. Ibunya bernama Syarifah Aisyah binti Abu Bakar Al-Wara bin Ahmad bin Muhammad Faqih Muqaddam.

Imam Abdurrahman Assegaf memiliki tujuh anak perempuan, yaitu Maryam, Bahiyah, Fatimah, Asma, Aisyah, Alwiyah As-Sughra dan Alwiyah Al-Kubra. Semuanya adalah wanita mulia dan ahli ibadah. Sedangkan anak laki-lakinya berjumlah 13 orang, enam yang keturunannya terputus yaitu Umar Muhdhar, Muhammad, Ahmad, Ja’far, Syeikh dan Hasan.

Sedangkan tujuh lainnya tetap lestari menurunkan Assegaf serta marga-marga lain yaitu:
1. Abu Bakar As-Sakran
2. Ali
3. Alwi
4. Abdullah
5. Agil
6. Husein
7. Ibrahim.

Imam Abdurrahman digelari Assegaf yang bermakna “atap”, karena kedudukan beliau di antara para wali di zamannya bagaikan kedudukan atap dalam rumah. Saking tinggi dan luhurnya derajat kewalian beliau. Beliau adalah Quthub yang menjadi pelindung umat, ulama dan para wali di zamannya.

Ada juga berpendapat bahwa julukan Assegaf yang disandang beliau karena mengayomi para Wali dan ulama di zamannya agar terhindar dari perkara bid’ah. Para ulama ahli hakikat menamakan beliau ‘as-Saqqaf’ karena menutupi keadaannya dari penduduk di masanya.

Imam Abdurrahman Assegaf lahir di Tarim Hadhramaut Yaman Tahun 739 Hijriyah dan wafat di kota yang sama Tahun 819 H. Beliau dimakamkan di Zanbal bersama datuk-datuknya.

Wallahu A’lam

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI