[ad_1]

loading…

Makna Al-Kautsar diartikan sebagai sungai (telaga) di Surga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat lain Al-Kautsar bermakna kebaikan yang banyak. Foto ilustrasi/ist

Makna Al-Kaustar (الْكَوْثَرَ) dalam Surat Al-Kautsar penting diketahui kaum muslim. Surat Al-Kautsar termasuk surat-surat pendek terdiri 3 ayat, namun kandungannya sangat agung.

Kata Al-Kautsar berasal dari akar kata ك – ث – ر (Kaf-Tsa-Ro) yang berarti bertambah, melimpah ruah, terjadi terus-menerus. Dalam bahasa Arab memiliki arti kebaikan atau kenikmatan berlimpah.

Makna Al-Kautsar dalam Tafsir ringkas Kemenag diartikan sebagai sungai (telaga) di Surga yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ada pula yang berpendapat bahwa Al-Kautsar bermakna kebaikan yang banyak.

Dinamai Al-Kautsar diambil dari perkataan Al-Kautsar yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Asbabun Nuzul (sebab turunnya) Surat ini berkaitan dengan peristiwa wafatnya putra Nabi Muhammad ﷺ dan olok-olok kaum Quraisy terhadap beliau yang mengatakan, keturunan Nabi terputus karena semua putranya wafat. Tiga putra Nabi Muhammad yaitu Al-Qasim, Abdullah, dan Ibrahim, ketiganya wafat ketika usia belia.

Allah menurunkan Surat Al-Kautsar sebagai jawaban dan penghibur hati Nabi Muhammad ﷺ. Imam Ahmad meriwayatkan Hadis dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau, “Mengapa engkau tersenyum wahai Rasulullah?”

Maka Rasulullah ﷺ menjawab: “Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat.” Lalu beliau membaca firman-Nya: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. (Al-Kautsar: l), hingga akhir surat.

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: “Tahukah kalian, apakah Al-Kautsar itu?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda: “Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga. Padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku kelak akan mendatanginya di hari Kiamat; jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku.” Maka dikatakan, “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu.”

Dalam riwayat lain, Beliau bersabda: “Aku diberi Al-Kautsar, dan ternyata ia adalah sebuah sungai yang mengalir, tetapi tidak dibedahkan sebagaimana sungai. Dan ternyata kedua tepinya adalah kubah-kubah dari mutiara; lalu aku menyentuhkan tanganku ke tanahnya, dan ternyata ia seharum minyak kesturi yang sangat harum baunya, dan ternyata batu-batu kerikilnya dari mutiara.”

Dalam lafaz Imam Al-Bukhari, setelah Nabi dibawa naik ke langit, beliau menceritakan: “Aku datang ke sebuah sungai yang kedua tepinya dipenuhi oleh kemah-kemah dari mutiara yang dilubangi, lalu aku bertanya, “Apakah ini, hai Jibril?” Malaikat Jibril berkata: “Ini adalah Sungai Al-Kautsar .”

Itulah makna Al-Kautsar dalam Surat Al-Kautsar. Sebuah sungai istimewa yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ dan termasuk bagian dari nikmat berlimpah dan anugerah untuk umatnya kelak.

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ ٣

Artinya: “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS Al-Kautsar : 1-3).

(rhs)

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI