loading…

Salah satu metode pengajaran kepada anak-anak yang mengikuti cara Nabi Muhammad SAW adalah targhib dan tarhib (memotivasi dan menakut-nakuti). Foto ilustrasi/ist

Salah satu metode pengajaran kepada anak-anak yang mengikuti cara Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah targhib dan tarhib (memotivasi dan menakut-nakuti). Metode ini merupakan bagian dari metode kejiwaan yang sangat menentukan dalam meluruskan anak.

Metode ini sangat jelas dan gamblang dalam pendidikan ala Nabi SAW . “Beliau sering menggunakannya dalam mnyelesaikan masalah anak di segala kesempatan, terutama dalam masalah berbakti kepada kedua orang tua. Beliau mendorong anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya serta menakut-nakutinya dari berbuat durhaka kepada keduanya,”ungkap Muhammad Suwaid, dalam buku karyanya “Mendidik Anak Bersama Nabi SAW”.

Metode traghib dan tarhib ini, tidak lain bertujuan agar anak itu menyambut hal ini dan mendapatkan pengaruh sehingga ia bisa memperbaiki diri dan perilaku.

Kata targhib sendiri diambil dari kata bahasa Arab yang berasal dari kata raggaba yang berarti membujuk menjadikan suka. Sedangkan kata tarhib berasal dari kata rahhaba yang mempunyai arti menakuti mengintimidasi. Targhib didefinisikan sebagai suatu janji yang disertai bujukan dan rayuan untuk menunda kemaslahatan kelezatan dan kenikmatan namun penundaan itu bersifat pasti baik dan murni serta dilakukan melalui amal saleh, atau dari kelezatan yang membahayakan (pekerjaan buruk).

Sedangkan tarhib adalah ancaman atau intimidasi melalui hukuman yang disebabkan oleh terlaksananya sebuah dosa, kesalahan, atau perbuatan yang telah dilarang Allah.

Pada dasarnya Targhib merupakan suatu alat pendidikan berupa rangsangan motivasi sehingga dapat memberikan semangat untuk berbuat sesuatu dengan penuh kesungguhan, jadi jika kita mendidik anak hendaklah berikan motivasi-motivasi yang baik untuk bisa lebih merangsang mereka sehingga dapat memunculkan potensi-potensi mereka.

Dan juga Tarhib merupakan dorongan untuk mengajak mereka meninggalkan suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama kita. Muhammad Suwaid menjelaskan, pembelajaran targhib dan tarhib ini, dapat kita terapkan jikalau anak-anak kita melakukan kesalahan dan yang harus kita lakukan yaitu menunjukkan kesalahan dengan isyarat, dan jika tidak bisa, maka tunjukkan kesalahan dengan perkataan, dan jika tidak bisa lagi, maka tunjukkan dengan hukuman perbuatan. “Dan jika tidak bisa lagi maka tunjukkan kesalahan mereka dengan hukuman badan dengan syarat tidak boleh menyakiti apalagi melukai badan si anak,”tuturnya.

Wallahu A’lam

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI