[ad_1]

loading…

Operasi Jihad Badai Al-Aqsa yang dilancarkan pejuang Palestina telah menyingkap siapa mukmin dan siapa orang munafik. Foto/Getty Images

Salah satu berkah tersembunyi dari operasi Badai Al-Aqsa (Thufan Al-Aqsha) adalah terbongkarnya kedok manusia-manusia munafik yang mengaku muslim. Aksi Jihad Thufan Al-Aqsha yang dilancarkan pejuang Hamas Palestina telah menyingkap siapa mukmin dan siapa munafikin (orang munafik).

“Karakternya pun tidak jauh beda dengan kaum munafik masa lalu yang telah dirinci secara gamblang dalam Al-Qur’an. Hari ini juga demikian. Ada yang mengaku-ngaku pro kemerdekaan Palestina, tapi mereka juga menjelek-jelekkan dan memfitnah para pejuang yang paling terdepan (Hamas). Ngaku pro kemerdekaan tapi mencela pejuang kemerdekaan. Ini sangat konyol,” kata Ustaz Farid Nu’man Hasan, Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia dalam satu kajiannya.

Ustaz Farid Nu’man Hasan menukil ayat Al-Qur’an di mana Allah Ta’ala menceritakan kaum munafik yang mengaku-ngaku mukmin saat berjumpa dengan orang beriman (QS Al Baqarah Ayat 14). Namun, di sisi lain mereka juga menyerang orang-orang mukmin dengan sebutan orang-orang bodoh. (QS. Al Baqarah Ayat 13)

Orang-orang munafik terdahulu menakut-nakuti manusia agar jangan ikut berjihad, karena perjalanan jauh dan berat. Lebih baik tinggal di rumah saja. Karakter orang munafik ini diceritakan Allah sebagaimana firman-Nya: “Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) adalah keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tapi ternyata perjalanannya jauh dan mereka (kaum munafiq) merasa berat.” (QS. At Taubah: 42)

Orang munafik saat ini pun sama. Berat bagi mereka untuk membela Palestina karena lawannya adalah Zionis dan sekutunya. Lebih baik mengurus negeri sendiri saja yang belum beres. Tidak usah donasi, aksi-aksi, boikot, semua percuma. Begitulah karakter mereka.

Kaum munafik ini, sekali pun ikut bersama para pejuang, justru melemahkan para pejuang dengan membesar-besarkan musuh. Mereka membuat kekacauan, dan akhirnya ada orang-orang mukmin yang terbawa syubhat mereka. Allah Ta’ala berfirman: “Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka.” (QS. At-Taubah: 47)

Kaum Munafik Ramai di Medsos
Kaum munafik saat ini banyak bertebaran di media sosial (medsos). Mereka menjadikan medsos sebagai media mereka untuk menyerang Palestina. Mereka komen di medsos, bikin akun, video dan konten-konten yang menjelekkan perjuangan Mujahidin Palestina.

Sebaliknya mereka bernarasi membesarkan Zionis Israel dengan menyebutnya “Membangunkan singa tidur, Zionis Yahudi lebih canggih, lebih kuat, dan lainnya”. Begitulah mulut orang-orang munafik tajam kepada orang beriman, sampai kebaikannya pun tetap dicela. Orang beriman dibikin serba salah.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

وهذا أَيْضًا مِنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِينَ لَا يَسْلَمُ أَحَدٌ من عيبهم ولمزهم في جيمع الأحوال وإن جَاءَ أَحَدٌ مِنْهُمْ بِمَالٍ جَزِيلٍ قَالُوا؛ هَذَا مِرَاءٌ، وَإِنْ جَاءَ بِشَيْءٍ يَسِيرٍ قَالُوا: إِنَّ الله لغني عن صدقة هذا

“Ini (mencela orang beriman) termasuk sifat orang-orang munafik, tidak seorang pun selamat dari celaan mereka di semua keadaan. Jika datang orang beriman sedekah dengan harta yang banyak mereka mengatakan: “Ini riya”. Jika orang beriman bersedekah dengan harta yang sedikit mereka mengatakan: “Allah Maha Kaya dari sedekah yang begini.” (Syaikh Ali Ash Shabuni, Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, 2/158)

Orang-orang munafik hari ini pun tidak beda. Saat Mujahidin Palestina berjuang dengan batu, mereka mengkritik; “Ini perlawanan yang konyol, tidak boleh“. Saat Mujahidin mampu membuat roket, mereka mengkritik “Belum seberapa dibanding Israel“. Ketika Mujahidin Palestina membuat roket-roket canggih dan jarak jauh yang menghancurkan markas-markas Israel, mereka masih juga mengkritik: “Israel ngamuk gara-gara kalian!”

“Kita bersyukur kepada Allah Ta’ala, perlahan-lahan kemunafikan itu terbuka lebar. Meski mereka membungkus dirinya dengan label keislaman, tetapi mereka tak mampu menyembunyikan kekufuran mereka,” kata Ustaz Farid.

Wallahu A’lam

(rhs)

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI