loading…

Tafsir Surat al Fushilat ayat 30 : orang yang Istiqamah sangat besar dalam sisi Allah SWT, bahkan mereka akan didampingi malaikat dalam perjalanan kehidupannya hingga ajal menjemputnya. Foto ilustrasi/ist

Pahala orang yang Istiqamah sangat besar dalam sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka akan didampingi malaikat dalam perjalanan kehidupannya. Mereka juga akan dihibur oleh Malaikat agar tidak perlu sedih dan takut terhadap apapun selain azab Allah Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”” (QS. Fussilat 41 : 30)

Dalam kitab Tafsir Muyassar karya Syaikh ‘Aidh al-Qorni, ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang mengatakan : “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mengesakan-Nya, mengikhlaskan ibadah kepada Allah Ta’ala semata, dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun juga, lalu orang ini konsisten dalam menunaikan syariat-Nya seta meneladani Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sebaik-baiknya, maka akan didampingi malaikat-malaikat rahmat.

Malaikat-malaikat rahmat akan turun mendatangi orang itu, saat mereka menjemput ajal . Lalu para malaikat akan menghilbur dan berkata : “Bergembiralah karena kalian akan memperoleh semua yang membahagiaka dari Tuhan.”

Malaikat juga berkata :”Janganlah kalian takut akan kematian beserta kengerian setelah kematian itu. Janganlah pula kalian bersedih hati tentang harta dan anak-anak yang kalian tinggalkan.”

Malaikat bangga dengan keimanan kepada Allah yang melahirkan sikapistiqamahnya. Sebab, keyakinan hati, kebenaran lisan dan kesungguhan dalam amal adalah unsur-unsur keimanan yang mesti dijalankan dengan istiqomah. Istiqomahyang berarti keteguhan dalam memegang prinsip, merupakan bukti jelas kekuatan iman seseorang.

Rasulullahshallaluhu ‘alaihi wasallamjuga bersabda, “Katakanlah: “Rabbku adalah Allah” dan Istiqomahlah!”(HR Tirmidzi)

Pantas jika Allah menjanjikan keutamaan yang besar untuk orang-orang yang istiqomah dalam imannya. Ketika Allah memberitakan bahwa ketika orang-orang yang istiqomah itu mati, akan turun kepada mereka para malaikat seraya berkata : ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Tidak takut dan tidak bersedih. Itulah yang akan dirasakan oleh orang-orang yang istiqomah ketika mereka meninggalkan alam fana ini. Maksud tidak takut adalah mereka tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi setelah hari kematian mereka. Adapun maksud mereka tidak bersedih adalah mereka tidak bersedih dengan apa yang mereka tinggalkan selama di dunia.

Intinya, malaikat mengajak orang yang Istiqomah saat ajal menjemput dengan ajakan supaya bergembira. Mereka akan memperoleh kesenangan abadi di surga. Mereka juga adalah orang-orang yang ketika di dunia sangat bahagia dan berkedudukan tinggi karena keitiqomahannya.

Istiqâmah juga mempermudah rezeki dan melapangkan kehidupan di dunia. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

“Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.” (QS. al-Jinn: 16)

Imam al-Qurhubi rahimahullah berkata, “Maksudnya, seandainya orang-orang kafir itu beriman, niscaya Kami berikan mereka keleluasan di dunia dan Kami lapangkan rezeki mereka.”

Sebaliknya, orang-orang yang tidak beriman, tidak istiqomah, berlaku maksiat dan sombong, kelak yang akan dirasakannya adalah ketakutan yang mencekam dan kesedihan yang mendalam. Hingga walaupun di dunia mereka adalah orang yang paling sengsara. Karena, kesengsaraannya selama mereka di dunia, masih jauh lebih baik dari kerugian yang akan diterimanya di akhirat.

Wallahu A’lam

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI