[ad_1]

loading…

Tabiat kaum Yahudi sejak lama sudah dikenal sebagai kaum pembangkang yang suka melakukan kejahatan dan melnacarkan permusuhan terhadap Islam. Foto ilustrasi/dok Mahad Aly

Permusuhan kaum Yahudi terhadap Islam sebenarnya sudah berlangsung sejak lama pada zaman Nabi. Dalam Sirah Nabawiyah dikisahkan, orang-orang Yahudi melancarkan permusuhannya terhadap Nabi Muhammad ﷺ dan kaum Muslimin.

Ketika Rasulullah menyebarkan dakwah Islam di Madinah, orang-orang Yahudi yang tingal di kota itu menampakkan kebenciannya hingga melancarkan permusuhan secara terang-terangan. Jadi tidak heran jika hari ini Zionis Israel juga terus melancarkan serangan militernya terhadap warga Palestina.

Tabiat mereka sejak lama memang sudah dikenal sebagai kaum pembangkang yang suka melakukan kejahatan dan permusuhan. Selain itu, orang-orang Yahudi pandai membuat kebohongan, suka berkhianat, dan gemar berdusta. Salah satu bukti keingkaran mereka yaitu, mengetahui dan mendapati bahwa Muhammad ﷺ telah tertulis dalam Kitab Taurat lengkap dengan nama beliau, dan ciri-ciri beliau, mereka tetap saja mengingkarinya.

Permusuhan Yahudi Terhadap Rasulullah ﷺ
Kisah permusuhan kaum Yahudi terhadap Nabi Muhammad ﷺ ini direkam dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, karya fenomenal seorang ulama besar sekaligus sejarawan Abad 3 Hijriyah, Ibnu Hisyam.

Ibnu Ishaq berkata, para Rahib Yahudi melancarkan permusuhan terhadap Rasulullah ﷺ karena didasari dengki dan dendam. Sebab, Allah ‘Azza wa Jalla mengistimewakan orang-orang Arab dengan memilih salah seorang dari mereka menjadi Rasul. Para Rahib Yahudi ini didukung orang-orang Al-Aus dan Al-Khazraj yang tetap bertahan pada kejahiliyahannya. Orang-orang Al-Aus dan Al-Khazraj itu adalah orang-orang munafik dan menganut agama nenek moyang mereka, syirik dan mendustakan Hari Kebangkitan (Kiamat).

Namun Islam mengalahkan mereka dengan kemunculannya, dan kesepakatan kaum mereka untuk masuk Islam. Kemudian mereka menampakkan diri masuk Islam, dan menjadikan Islam sebagai tameng dari pembunuhan, padahal mereka munafik dalam hatinya. Para Rahib Yahudi ini dikisahkan pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, menyakiti beliau, dan datang kepada beliau membawa kerancuan karena ingin mencampur-adukkan kebenaran dengan kebatilan.

Kemudian Al-Qur’an turun mengisahkan tentang mereka, tentang apa yang mereka tanyakan kepada Rasulullah ﷺ. Di antara pemuka-pemuka Yahudi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Huyai bin Akhthab.
2. Saudara Huyai bin Akhthab yang bernama Abu Yasir bin Akhthab.
3. Saudara Huyai bin Akhthab yang lain, yaitu Judai bin Akhthab.
4. Salam bin Misykam.
5. Kinanah bin Ar-Rabi’ bin Abu Al-Haqiq.
6. Salam bin Abu Al-Haqiq.
7. Saudara Salam bin Al-Haqiq yang bernama Salam bin Ar-Rabi’. Salam bin Ar-Rabi’ adalah anak Raff Al-A’war yang dibunuh para Sahabat Nabi di Khaibar.
8. Ar-Rabi’ bin Ar-Rabi’ bin Abu Al-Haqiq.
9. Amr bin Juhasy.
10. Ka’ab bin Al-Asyraf. Ka’ab bin Al-Asyraf berasal dari Thayyi’, kemudian dari salah satu Bani Nabhan. Ibunya berasal dari Bani An-Nadhir.
11. Al-Hajjaj bin Amr sekutu Ka’ab bin Al-Asyraf.
12. Kurdum bin Qais sekutu Ka’ab bin Al-Asyraf. Mereka semua berasal dari Bani An-Nadhir.

Yahudi dari Bani Zuraiq ialah Labid bin A’sham. Dialah orang yang menyihir Rasulullah ﷺ melalui istri-istrinya. Yahudi dari Bani Amr bin Auf ialah Fardam bin Amr. Sedangkan Yahudi dari Bani An-Najjar ialah Silsilah bin Barham. Mereka semua rahib-rahib Yahudi, orang-orang jahat, orang-orang yang memusuhi Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin. Mereka memusuhi Islam karena ingin memadamkannya, kecuali Abdullah bin Salam bin Mukhairiq.

Abdullah bin Salam bin Mukhairiq
Abdullah bin Salam adalah salah atu uskup dan pembesar Yahudi di Madinah. Ketika para pemuka Rahib-rahib Yahudi melancarkan permusuhan terhadap Rasulullah dan kaum muslim, Abdullah bin Salam justru membenarkan kenabian Muhammad.

Ketika mengetahui kedatangan Nabi Muhammad ﷺ, Abdullah langsung menemui beliau dan menyatakan masuk Islam di hadapan Rasulullah. Setelah itu, Abdullah bin Salman mengajak keluarganya masuk Islam. Abdullah sempat merahasiakan keislamannya di hadapan Rahib-rahib Yahudi.

“Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku.” Demikian kata Abdullah bin Salam. Benar saja, ketika Abdullah bin Salam mengabarkan keislamannya di hadapan para Rahub Yahudi, mereka mencaki maki dan mendustakan Abdullah bin Salam.

Itulah sekelumit sifat dan karakter orang-orang Yahudi di zaman Nabi yang melakukan permusuhan terhadap Rasulullah ﷺ dan umat Islam. Hati mereka penuh dengan kebencian dan kedengkian. Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya terhadap umat muslim dan orang-orang beriman.

(rhs)

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI