loading…

Dia menceriterakan kata-kata Quran sebagai kata-kata dari Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulut Muhammad. Ilustrasi: Unsplash

Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul “Dialog tentang Islam dan Kristen” (Alma’arif, 1981).

Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).

Berikut petikan dialog tersebut:

Prof Wilson: Bukti-bukti yang telah kita diskusikan adalah sangat meyakinkan dan memberikan suatu dukungan yang besar terhadap kenabian Muhammad .

Keulungan Qur’an itu sendiri adalah kenyataan yang terpenting dari kebenaran ini dan banyak ramalan-ramalan yang lain. Saya kepingin tahu apakah perjanjian baru dan perjanjian lama berisikan ramalan tentang kehadiran Nabi Muhammad?

Imam Chirri: Di Bible ada lebih dari satu pernyataan yang menunjukkan pengharapan dari Nabi Muhammad. Dia tidak disebut namanya, tetapi melukiskan Muhammad.

Kita dapatkan di dalam buku Deuteronomy, pernyataan sebagai berikut:

Saya akan mengangkat untuk mereka (Israelite) seorang nabi seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan dia akan berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya. Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal itu dari dia.” QS 18 : 18-19.

Pernyataan ini menjanjikan bahwa Tuhan akan mengangkat seorang nabi dari antara saudara-saudara Israelite, bahwa nabi yang akan seperti Musa sendiri; bahwa Tuhan akan meletakkan kata-kataNya sendiri pada mulut nabi itu, dan bahwa nabi itu akan berbicara dengan nama Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.

Jadi perkiraan nabi ini mempunyai tiga gambaran, tak seorangpun dari mereka yang dapat mengenai melainkan Nabi Muhammad:

1. Nabi yang dijanjikan akan berasal dari saudara-saudara Israelites. Israelites dihubungkan hanya dengan orang-orang Arab. Tidak ada bangsa di dunia ini yang akan dinamai saudara-saudara Israelite kecuali orang-orang Arab, sebab Israelites adalah turunan Isaac (Ishak), dan orang-orang Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.

2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin keduniawian dan kerohanian untuk bangsanya. Lukisan ini hanya patut untuk Muhammad, di antara seluruh nabi-nabi yang datang setelah Musa. Tak seorangpun dari nabi-nabi itu, termasuk Jesus (Isa), dikirimkan dengan peraturan-peraturan yang baru.

Jesus mengikuti peraturan-peraturan Musa, dan tidak memperkenalkan hukum Agama yang baru. Juga ia tidak merupakan pemimpin yang sekular (keduniawian) bagi orang-orang Israel.

Selanjutnya, semua nabi-nabi itu, kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan bukan dari saudara-saudara mereka.

3. Pernyataan itu menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai seorang Nabi yang tidak akan berbicara darinya sendiri. Kata-kata Tuhan akan diletakkan pada mulutnya.

Tak ada Nabi kecuali Muhammad yang telah menuntut bahwa bukunya berisikan kata-kata dari Tuhan. Musa sendiri menerima wahyu, tetapi dia menyampaikannya pesan-pesan itu dengan kata-katanya sendiri.

Apa yang kita baca pada lima buku-buku Musa dianggap menjadi kata-kata dari Musa, bukan kata-kata dari Tuhan. Seluruh buku-buku yang menurut Buku Perjanjian Lama adalah ditulis dan dikatakan oleh penulis-penulis manusia, dan demikian pula empat Injil.



Sumber Artikel KLIK DISINI