loading…

Tentang kehidupan akhirat kelak, sungguh sangat misteri termasuk tentang siapa pasangan kita di kehidupan abadi nanti. Foto ilustrasi/ist

Tentang kehidupan akhirat kelak, sungguh sangat misteri termasuk tentang siapa pasangan kita di kehidupan abadi nanti. Berpasangan di dunia, belum tentu juga merupakan pasangan di akhirat .

Dalam Islam, pembicaraan tentang siapa pasangan di kehidupan kekal kelak harus dimulai dari adanya kematian. Sesuai keterangan Al-Qur’an dan hadis, jika salah seorang suami atau istri meninggal dunia, terjadilah perceraian. Artinya seorang istri yang ditinggal wafat suami boleh menikah lagi dengan laki-laki lain bila telah habis masa iddahnya.

Demikian pula suami dapat menikah lagi dengan wanita lain. Sehingga dengan demikian tidak selalu suami istri yang ada di dunia akan secara otomatis menjadi suami istri di akhirat. Di laman facebooknya, ustadz Al Faqir Taufiq Ibnu Abbas menjelaskan, di surga nanti yang pasti adalah semua akan punya pasangan karena di surga tidak ada yang membujang .

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :

وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

“Tidak ada orang yang melajang di surga.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu bagi para pria penghuni surga Allah telah menyediakan dua istri dari golongan bidadari surga sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah , bahwa Rasulullah bersabda :

وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنْ الْحُسْنِ لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

Setiap dari pria ( yg masuk surga ) memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang”. (HR Bukhari)

Bidadari- bidadari surga itu bukan penduduk dunia. Karena Allah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa mereka diciptakan secara langsung sebagai gadis dg umur yang sebaya..

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً()
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا()
عُرُبًا أَتْرَابًا

“Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” ( QS: Al-Waqi’ah ayat 35-37)

Bagaimana dengan para perempuan? Dalam hal ini terdapat beberapa hadis sebagai berikut ;

1. Apabila suaminya berada di surga maka dia akan bersama suaminya di surga

Dan Allah menjadikanya sebagai ratunya bidadari .Dalam sebuah hadis dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha , ia pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasulullah, mana yang lebih bagus , bidadari asli surga ataukah wanita dunia?”

Beliau mengatakan,

بل نساء الدنيا أفضل من الحور العين كفضل الظهارة على البطانة

“Wanita dunia lebih bagus dari pada bidadari asli surga. Sebagaimana bagian luar baju lebih bagus dari pada bagian dalamnya.

Kemudian ummu salamah bertanya : “Mengapa bisa demikian, ya Rasulullah?”

Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :?

بصلاتهن وصيامهن وعبادتهن لله عز و جل ألبس الله عز و جل وجوههن النور وأجسادهن الحرير بيض الألوان خضر الثياب صفر الحلي



Sumber Artikel KLIK DISINI