loading…

Tata cara dan bacaan tawassul yang benar perlu diketahui kaum muslim agar tidak keliru dalam mengamalkannya. Foto ilustrasi/ist

Tata cara dan bacaan tawassul yang benar perlu diketahui kaum muslim agar tidak keliru dalam mengamalkannya. Tawassul merupakan salah satu cara berdoa agar dikabulkan Allah Ta’ala dengan perantara atau wasilah.

Tawassul diambil dari bahasa Arab yakni, tawassala-yatawassalu-tawassulan yang artinya mendekat dengan menggunakan wasilah. Sedangkan makna wasilah (الوسيلة) adalah media perantara untuk mencapai tujuan.

Dalil Tawassul

Dalil tawassul terdapat dalam Hadis Sahih Al-Bukhari 2272 dan Muslim 2743, dimana tiga orang terperangkap dalam gua karena tertutup batu. Gua yang sebelumnya tertutup akhirnya terbuka berkat doa tawasul yang mereka panjatkan.

Ketiganya berdoa kepada Allah, salah satunya memanjatkan doa: “Ya Allah, dulu aku punya dua orang tua yang sudah lanjut usia. Aku tidak pernah memberi susu kepada siapa pun sebelum kepada mereka berdua….” Dua temannya juga berdoa dengan perantara amal saleh mereka. Lalu Allah membuka gua tersebut dan menyelamatkan ketiganya.

Dalil Tawassul berikutnya terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dari Anas bin Malik, bahwasanya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu apabila terjadi kemarau beliau dan Abbas bin Abdul Muthalib meminta hujan dengan memanjatkan doa: “Ya Allah bahwasanya kami telah tawassul kepada Engkau dengan Nabi kami, maka Engkau turunkan hujan, dan sekarang kami tawassul kepada Engkau dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan itu.” (Sahih Al-Bukhari dan Al-Baihaqi)

Dari Hadis ini disimpulkan bahwa Umar bin Khattab yang juga Khalifah kedua pernah berdoa bertawassul dengan Nabi Muhammad ﷺ untuk mohon kepada Allah diturunkan hujan pada musim kemarau. Ini menjadi bukti bahwa doa bertawasul dengan Nabi ﷺ atau orang-orang saleh adalah ibadah yang baik dan pernah diamalkan para Sahabat Nabi.

Tata Cara dan Bacaan Tawassul yang Benar

Berikut tata cara dan bacaan Tawasul yang benar lengkap dengan tulisan Arab, latin dan terjemahan. Tata cara Tawasul yang paling masyhur adalah berdoa dengan mengirimkan Surat Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan para Sahabat mulia sebagai wasilah agar doa dan hajat kita dikabulkan Allah.

Berikut Urutannya:
1. Mengirim Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keluarga beliau.
2. Mengirim Al-Fatihah kepada empat Malaikat dan Malaikat penjaga.
3. Mengirim Al-Fatihah kepada 4 Sahabat terkemuka (Khulafaur Rasyidin).
4. Mengirim Al-Fatihah kepada para Waliyullah, Ulama dan Guru.
5. Mengirim Al-Fatihah kepada Orangtua dan Kaum Muslimin dan Muslimat.
6. Mengirim Al-Fatihah untuk hajat pribadi masing-masing.

Sebelum berdoa dengam Tawasul, dianjurkan membaca Istighfar, Syahadat dan Sholawat atas Nabi. Berikut bacaannya:

Bacaan Istighfar:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَضِيْمِ اَلَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَـــيْهِ

Astaghfirullohal-‘azhim Alladzi La ilaha illa Huwal-hayyul Qayyum wa Atubu ilaih. (3x)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada-Mu, ya Allah! Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup lagi Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertobat (kembali) kepada-Nya.”

Bacaan Syahadat:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ االلهُ

AsyHadu an laa ilaaha illallah, wa asyHadu anna Muhammadar Rasulullah.

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan (Rasul) Allah.”

Bacaan Selawat Nabi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi Sayyidina Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah Shalawat (rahmat) kepada Nabi Muhammad dan juga kepada keluarga Nabi Muhammad.”

1. Mengirim Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Keluarga Beliau

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ



Sumber Artikel KLIK DISINI