loading…

Zikir sore lengkap beserta artinya ini bisa dihapalkan dengan mudah. Amalan ringan untuk mengingat Allah SWT ini, dibaca pada waktu sore hari. Foto ilustrasi/SINDOnews

Zikir sore lengkap beserta artinya ini bisa dihapalkan dengan mudah. Amalan ringan untuk mengingat Allah SWT ini, dibaca pada waktu sore hari.

Dalil dari zikir sore tersebut terdapat pada QS. Al-Ahzab ayat 41-42 yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang“

Kemudian hadis dari Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

‘Aku duduk Bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Shubuh sampai terbitnya matahari lebih kusukai dari pada aku memerdekakan empat budak dari anak (keturunan) Ismail. Begitu pula aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Ashar sampai terbenam lebih aku cintai dari pada memerdekakan empat orang budak.”(HR Abu Dawud).

Berikut bacaan zikir sore lengkap sesuai sunnah , yakni:

1. Membaca Ta’awudz dan ayat kursi

Taawudz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Ayat Kursi 1x

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 225).

2. Membaca surat al ikhlas, Al falaq dan An-Nas, 3 kali

3. Membaca Amsayna Wa Amsal Mulku (1 X)

أَمسَيْنَا وَأَمسَى الْمُلكُ للهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، لاَإِلَه إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٍ، رَبِّ أَسأَلُكَ خَيرَ مَا فِي هَذِهِ الَّيلَةِ، وَخَيْرَ مَا بَعدَهَا، وَأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَهِ الَّيلَةِ، وَشَرِّ مَا بَعدَهَا، رَبِّ أعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَسُوءِ الكِبَرِ، رَبِّ أعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ في النَار، وَعَذَابٍ فِي القَبرِ.

Amsaynaa wa amsal mulku lillaah, wal hamdu lillaah, laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku, wa lahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, robbi as–aluka khoiro maa fiihaadzihil lailah wa khoiro maa ba’daha, wa ‘audzubika min syarri ma fii haadzihil lailah wa syarri ma ba’daha, robbii ‘audzubika minal kasali wasuu–ul kibar robbi ‘audzu bika min ‘adzabinnaar wa ‘adzaabin filqobr.

Artinya :“Kami telah memasuki waktu sore (petang) dan kerajaan hanya milik allah, segala puji hanya milik allah. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar)kecuali allah yang Maha Esa,yang tiada sekutu baginya. Baginya kerajaan dan Baginya pujian. Dialah yang mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, Aku memohon kepadamu kebaikan pada malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, sungguh aku berlindung kepadamu dari kemalasan dan keburukan dihari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadamu dari siksa dineraka dan siksa dikubur.”

4. Membaca Allahuma Bika Amsaynaa (1X)

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَينَا وَبِكَ أَصبَحنَا وَبِكَ نَحيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ المَصِيرِ

Allahumma bika amsayna wabika asbahna wabika nahyaa wabika namuutu wailaihil masiir.

“Ya Allah, hanya dengan rahmatmu pertolonganmu kami memasuki sore (petang), dan dengan rahmat dan pertolonganmu kami memasuki pagi, hanya dengan rahmat dan kehendakmu kami hidup, dan dengan rahmat dan kehendakmu kami mati, dan hanya kepadamu lah tempat kembali (semua makhluk).”(HR Bukhari, no. 1199 dalam kitab Adabul Mufrad)

5. Membaca Sayyidul Istghfar (1X)

اللَّهُمَّ أَنتَ رَبِّي لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعدِكَ مَا اْستَطَعتُ أَعُوذُبِكَ مِن شَرِّ مَاصَنَعتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعمَتِكَ عَلَيَّ وَأبُوءُ بِذَنبِي فَاغفِرلِي فَإِنَّهُ لاَ يَغفِرُ الذُنُوبَ إلاَّ أَنتَ

Allahumma anta robbi laa ilaaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. ‘Audzu bika min syarri maa sona’tu. Abu-u ulaka bini’matika ‘alayya wa abu-u ubidzanbii faghfirlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya : “Ya Allah engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambamu. Aku yakin dengan janjimu dan aku akan setia pada perjanjianku kepadamu semampuku. Aku berlindung kepadamu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmatmu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Dan sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali engkau.”

6. Membaca Doa ‘Afiat (Allohuma ‘Aafinii) 3X

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي لاَإِلَهَ إلاَّ أَّنتَ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكُفرِ وَالفَقرِ اَللَّهُمَّ إِنِّي أعُوذُ بِكَ مِن عَذَابِ القَبرِ لاَإِلَهَ إلاَّأنتَ

Allahumma ‘aafinii fii badanii Allahumma ‘aafinii fii sam’ii Allahumma ‘aafinii fii bashorii, Laa ilaaha illa anta Allahumma inni a’uudzubika minal kufri wal faqri Allahumma innii ‘audzu bika min ‘adzabil qabri laa ilaaha illa anta.

Artinya : “Ya Allah selamatkanlah tubuhku ini (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan), Ya Allah selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan), Ya Allah selamatkanlah penglihatanku, tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah Aku berlindung kepada mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak iibadahi dengan benar) kecuali Engkau.” (HR Bukhari, no. 701 dalam kitab Adabul Mufrad)

7. Membaca Allahumma Inni As Alukal ‘Afwa Wal A’fiyyah (1X)

اللَّهُمَّ إنّي أَسْأَلُكَ العَفوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالأَخِرَة اللَّهُمَّ إنِّي أسأَلُكَ العَفوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنيَايَ وَأَهلِي وَمَالِي اَللَّهُمَّ اسْتُر عَورَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِن بَينِ يَدَيَّ وَمِن خَلفِي وَعَن يَمِيْنِي وَعَن شِمَالِي وَمِن فَوقِي وَأعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَن أُغتَالَ مِن تَحتِي

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunya wal aakhiroh. Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wamaalii Allahummas-tur ‘awrootii wa aaamin row’aati. Allahummahfadzhnii min bayni yadayya wa min kholfi wa ’an yamiinii wa ‘an syimaalii wamin fawqii wa ’adzubii’dzomatika an ughtaala min tahtii.



Sumber Artikel KLIK DISINI