[ad_1]

loading…

Membaca wirid dan berdoa setelah sholat fardhu termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Foto ilustrasi/ist

Bacaan wirid setelah sholat fardhu sangat dianjurkan diamalkan setiap muslim. Keutamaan membaca wirid dan berdoa setelah sholat dijelaskan dalam Hadis dari Abu Umamah, ia berkata: Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ, apakah doa yang paling didengarkan? Nabi bersabda: “Doa di tengah malam dan doa di akhir sholat fardhu.” (HR at-Tirmidzi)

Dalam Al-Qur’an, Allah juga memerintahkan orang beriman agar memperbanyak tasbih pada waktu padi dan petang. “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS Al-Ahzab ayat 41-42)

Berikut Bacaan Wirid Setelah Sholat Fardhu
Membaca wirid setelah sholat fardhu diawali dengan membaca istighfar 3 kali sebagaimana diterangkan dalam berbagai riwayat Hadis. Berikut urutan wiridnya:
1. Istighfar 3 kali.
2. Membaca Kalimat Tauhid 3 Atau 7 kali.
3. Membaca doa keselamatan 1 kali.
4. Membaca Ayat Kursi 1 kali.
5. Membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali.
6. Membaca Surah Al-Falaq 1 kali.
7. Membaca Surah An-Nas 1 kali.
8. Membaca Tasbih 33 kali, Tahmid 33 kali, Takbir 33 kali.
9. Membaca Kalimat Takbir dan Hauqalah 1 Kali.
10. Doa Setelah Zikir.

1. Membaca Istighfar 3 Kali

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَضِيْمِ اَلَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَـــيْهِ

Astaghfirullohal-‘azhim Alladzi La ilaha illa Huwal-hayyul Qayyum wa Atubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada-Mu, ya Allah! Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup lagi Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertobat (kembali) kepada-Nya.” (3 Kali)

2. Membaca Kalimat Tauhid 3 Kali

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدٌ يُحْيِ وَيُمِتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قدِرْ

Laa ilaha illallahu wahdahu laa Syarikalahu lahul-Mulku wa lahul-hamdu yuhyi wayumitu wa Huwa ‘ala kulli Syai’in Qadir.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Maha Tunggal yang tidak mempunyai sekutu, bagi-Nya kerajaan dan pujian, Yang menghidupkan dan Yang mematikan, Dia-lah yang mempunyai kekuasaan.” (3 Kali)

3. Membaca Doa Keselamatan 1 Kali

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْ خِلْنَ الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَرَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَا لَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

Allahumma Antas Salamu wa minkas Salamu wa ilaika ya’udus Salamu fa hayyina Rabbana bis Salami wa adkhilnal-jannata daras-Salami Tabarakta Rabbana wa ta’alaita ya Dzaljalali wal-Ikram.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu kesejahteraan itu kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kamu dengan sejahtera. Masukkanlah kami kedalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (1 Kali)

4. Membaca Ayat Kursi 1 Kali

اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَالْحَيُّ اْقَيُّوْمُ لاَ تَأْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِى السَّمَا وَاتِ وَمَا فِيْ الْأٌرْضَ مَنْ ذَااْلَذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إَلاَّ بِإَذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَاْفَهُمْ وَلاَ يُحَيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَوَسِعَ كُرْسِيُهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَ رْضَ وَلاَ يَئُوْدُهُ حِفْضُهُمَاوَهُوَالْعَلِيُّ الْعَضِيْمُ

Allahu la ilaha illa Huwal-hayyul Qayyum la ta’ Khudzuhusinatuw-wa la naum Lahu ma Fis-samawati wa ma fil-Ardh man Dzal-ladziyasfa’u indahu illa bi idznih ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum wa la yuhithuna bi syaim min-ilmihi illa bimasyaa’, wasi’a Kursiyyuhus-Samawati wal-Ardh, wa la Yauduhu hifzuhuma wa Huwal-‘Aliyyul ‘Azhim.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetaui segala sesuatu yang ada dihadapan dan di belakang mereka da mereka tidak mengetahui sedikit pun dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (1 Kali)

5. Membaca Surat Al-Ikhlas 3 Kali

قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ. اَللّٰهُ الصَّمَدُ. لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ. وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul Huwalloohu Ahad. Alloohush-shomad. Lam yalid walam yuulad. Wa lam yakul-lahuu kufuwan Ahad.

Artinya: “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS Al-Ikhlas ayat 1-4). Dibaca 3 Kali.

6. Membaca Surat Al-Falaq 1 Kali

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a’uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min Syarrin-naffaatsaati fil-‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

[ad_2]

Sumber Artikel KLIK DISINI