loading…

Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist

Muhammad Quraish Shihab mengatakan sikap Al-Qur’an terhadap Ahl Al-Kitab pada dasarnya amat positif. Tidak ada halangan sedikit pun untuk menjalin kerja sama dan bantu-membantu dengan penganut Ahl Al-Kitab serta penganut agama lain, dalam bidang kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

“Betapapun terdapat perbedaan agama dan keyakinan, namun keadilan harus diperlakukan terhadap semua pihak,” tulis Quraish Shihab dalam bukunya berjudul “Wawasan al-Quran, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat” (Mizan, 2007).

Di sisi lain, Quraish mengatakan pengertian Ahl Al-Kitab dan cakupan makna, serta implikasinya dalam kehidupan sehari-hari – istimewa menyangkut perkawinan dan memakan binatang halal hasil sembelihan mereka – diperselisihkan oleh para ulama.

Quraish cenderung memahami pengertian Ahl Al-Kitab pada semua penganut agama Yahudi dan Nasrani, kapan, di mana pun dan dari keturunan siapa pun mereka.

“Ini, berdasarkan penggunaan Al-Qur’an terhadap istilah tersebut yang hanya terbatas pada kedua golongan itu (Yahudi dan Nasrani), dan sebuah ayat dalam Al-Qur’an,” katanya.

“(Kami turunkan Al-Qur’an ini) agar kamu (tidak) mengatakan bahwa, ‘Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami. dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.” ( QS Al-An’am [6] : 156).

(mhy)



Sumber Artikel KLIK DISINI