loading…

Ada doa-doa yang dianjurkan diamalkan memasuki bulan Syaban 1445 hijriah ini. Doa merupakan intisari ibadah dan senjata orang beriman. Foto ilustrasi/SINDOnews

Ada doa-doa yang dianjurkan diamalkan memasuki bulan Syaban 1445 hijriah ini. Doa merupakan intisari ibadah dan senjata orang beriman.

Bulan Syaban sendiri merupakan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Syaban memiliki keistimewaan karena di dalamnya terdapat satu malam yang diberkahi yaitu malam Nishfu Syaban. Malam Nishfu Sya’ban jatuh 24 Februari 2024 mendatang.

Berikut tiga doa yang dapat kita panjatkan di bulan Syaban. Dengan memperbanyak doa ini insya Allah kita diberi keberkahan dan dipertemukan dengan bulan Ramadan.

1. Doa Menyambut Bulan Syaban

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

Allahumma ahlilhu ‘alaina bil amni wal imani wassalamati wal islami, Robbi wa RobbukAllahu, hilala rusydin wa khoiir.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabbku dan Rabbmu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR at-Tirmidzi)

2. Doa Memohon Keberkahan

اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان وحصل مقاصدنا برحمتك يا ارحم الراحمين

Allahumma baarik lana fii rojaba wa sya’bana, wa ballighna Romadhona wa hashshil maqoshidana, bi rahmatika ya Arhamar Rohimin.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, sampaikanlah kami pada bulan ramadhan, dan hasilkanlah maksud-maksud kami, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Pengasih.”

Syekh Ibnu Rajab mengatakan, pada hadits ini terdapat dalil anjuran doa panjang umur hingga waktu-waktu utama (Ramadhan) agar dapat melakukan amal saleh di waktu-waktu tersebut. Pasalnya, tidak bertambah usia orang beriman melainkan bertambah kebaikannya.” (Lihat Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir)

3. Doa pada Malam Nisfu Syaban

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ

Allahumma Yaa Dzal manni wala yumannu ‘alaika yaa dzal jalaali wal ikraam yaa dzal thauli wal an’aami laa ilaaha illaa anta dhahra lajiina wa jaarol mustajiiriina wama manal khaaifiin.

Artinya: “Ya Allah Tuhanku pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atasMU. Ya Allah pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan pada Engkau pula tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.”

Wallahu A’lam

(wid)



Sumber Artikel KLIK DISINI